Mengenal Efek Shutter Speed Dalam Videografi

Published by Rayhan Maheswara Pramanda on

Ilustrasi (gambar oleh Pexels).

Halo Sahabat Pers! Kali ini kami akan membahas tentang pengaruh shutter speed di videografi. Shutter speed atau kecepatan rana adalah nilai yang menyatakan durasi waktu rana terbuka dan mengakibatkan sensor terekspos cahaya.

Kecepatan rana memengaruhi dua hal: jumlah cahaya yang masuk dan kuantitas motion blur.

Semakin cepat kecepatan rana, semakin sedikit pula cahaya yang masuk. Karena itu, agar bisa menggunakan kecepatan rana yang tinggi, kamu harus mengompensasi exposure dengan menggunakan lensa dengan aperture lebar, menambah cahaya yang ada, atau dengan menaikkan ISO.

Semakin cepat kecepatan rana, semakin sedikit pula kuantitas motion blur yang akan kamu dapat. Hal ini berlaku sebaliknya.

Lho, terus harusnya shutter speed saya di-setting berapa!?

Kondisi Normal

Pada kondisi normal, sebaiknya kamu menggunakan rumus:

Shutter speed = 2 x frame rate

Misalkan kamu merekam dengan frame rate 30 fps, maka shutter speed yang sebaiknya kamu gunakan adalah 1/60. Contoh lain, frame rate yang kamu gunakan 120 fps, maka shutter speed yang sebaiknya kamu gunakan adalah 1/250. Lho, kenapa 250? Ya, dalam kasus ini kita melakukan pembulatan ke angka terdekat. Pada umumnya tidak ada 1/240 di opsi kamera.

Dengan menggunakan rumus 2x frame rate, kamu akan mendapatkan kuantitas motion blur yang identik dengan penglihatan mata manusia. Hal ini akan membuat video kamu terkesan natural.

Olahraga dan Aksi

Bila kamu sedang merekam pertandingan olahraga atau aksi bela diri, kamu bisa mempertimbangkan untuk menaikkan kecepatan rana. Dengan menggunakan kecepatan rana yang tinggi, gerakan dari subjek akan nampak lebih jelas dan teraksenkan. Namun, pastikan untuk tidak melakukannya secara berlebihan.

Mengatur kecepatan rana dengan tinggi juga membuat cahaya yang masuk ke sensor semakin sedikit, sehingga kamu harus menambah cahaya, memperlembar aperture, atau menaikkan ISO.
Pastikan video kamu tetap terekspos dengan baik, jangan sampai video kamu underexposed!

Chroma Key

Chroma key adalah teknik yang digunakan untuk memisahkan subjek dari latar dengan menggunakan warna yang kontras, umumnya hijau atau biru. Bila kamu sedang merekam untuk kepentingan chroma key, pastikan untuk mengatur kecepatan rana menjadi cepat, misalnya 1/400. Hal ini dikarenakan motion blur justru akan mempersulit proses keying di tahap posproduksi. Kamu bisa menambahkan motion blur secara artifisial dengan perangkat lunak seperti Adobe After Effects.

Efek Halusinasi

Dengan mengatur kecepatan rana menjadi lambat, kamu bisa mendapatkan efek halusinasi. Hal ini dikarenakan motion blur video akan sangat nampak dan membuat gerakan subjek seolah berbayang. Coba atur kecepatan rana kamu menjadi 1/10 atau lebih rendah lagi. Sesuaikan dengan selera dan visi kamu!

Begitulah kira-kira efek kecepatan rana dalam videografi dan cara memanfaatkannya dari kami. Jangan lupa untuk mencobanya dan tuliskan pengalaman kamu di kolom komentar, ya!


Rayhan Maheswara Pramanda

Pendapat Anda memiliki p value > 0.05.